CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »
Showing posts with label my_contemplation. Show all posts
Showing posts with label my_contemplation. Show all posts

Saturday, November 11, 2006

10 Things U Mad About Me


Ada 10 hal yang membuatmu marah tentang aku
1. Kamu marah jika aku hanya menulis kata I Love U tanpa pernah mengucapkannya
2. Kamu marah jika aku selalu mengatakan hal yang tak penting
3. Kamu marah jika aku selalu begadang
4. Kamu marah jika aku mengabaikan kamu
5. Kamu marah jika aku selingkuh
6. Kamu marah jika aku selalu mengabaikan kesehatanku
7. Kamu marah jika tak segera menjawab sapaanmu
8. Kamu marah jika aku terlalu egois dalam setiap pembicaraan
9. Kamu marah jika aku menghabiskan waktu dengan bekerja
10 Kamu marah jika aku tak bisa mengerti apa yang kamu maksud

Bagi sebagian orang marah adalah aspek negatif kehidupan. Tapi, bagi aku, tanpa marahmu, maka duniaku akan menjadi sangat sunyi dan nelangsa dalam ketidakberdayaan

Thursday, November 02, 2006

November Rain


Ini awal November yang sangat menyenangkan. Bukan karena ini permulaan hari tetapi November memang selalu menyajikan kesegaran dan keteduhan. Betapa tidak, November selalu hadir setelah musim panas yang panjang dan terasa sangat menyesakkan. Tadi pagi, aku melihat ke atas langit dan bayangan air hujan yang akan segera turun memang menjanjikan sebuah asa yang tak pernah putus.

Kegembiraan yang selalu aku tunggu ini semoga akan menjadi pelipur laraku ketika tiba-tiba kesedihan datang dan tak bisa menguak semua penyelesaian yang terbaik bagi semua pihak termasuk aku.

Sunday, October 29, 2006

Aeonflux



"Hidup ini harus dijalani sekali saja dan dengan sebuah kenangan dan memori yang sangat indah," itulah makna yang aku dapatkan dari kalimat yang dilontarkan Aeoflux dalam film futuristik karya sutradara perempuan asal Jepang, Karyn Kusama, berjudul Aoenflux.

Aku tahu, memang terkadang hidup ini tak menawarkan sebuah kegairahan dan membawa ke sebuah kemonotonan hidup. Berjalan dalam sebuah keragu-raguan hanya akan membawa orang-orang dalam kesia-siaan. Kemana dan akan berujung ke mana hidupnya nanti. Bisakah mereka memaknai hidupnya dengan begitu baik dan indah.

Tetapi, di sisi lain, ada riak eksotisme yang bisa didapatkan dari mendengarkan setiap irama yang terbangun dari hidup. Jalan memang mesti berliku, kesedihan dan kebahagian selalu berjalan beriringan dan semestinya manusia bisa menerima semuanya dengan hati dan pikiran yang terbuka.

Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan hal itu. Ada keserakahan dan ketamakan yang selalu bermain dalam pikiran ragawi manusia. Harta, kekuasaan, kebatilan, dan juga kedengkian.

Yang aku tahu adalah, aku hanya ingin hidup sekali dan mati dalam sebuah kedamaian hakiki. Bahagia sekali, jatuh cinta sekali, menikah sekali, dan mati pun sekali. Setelah itu, aku hanya ingin hidup di dunia yang dijanjikan Sang Khalik di mana aku akan bertemu dengan kekasih yang sebenarnya

Widya

Friday, October 27, 2006

Gila Urusan

"Wid, rambut kamu kok tambah merah sih," kata salah seorang rekan kerja (yang kebetulan banget cowok) Dalam hati sih, aku mengumpat, lha ini urusan aku dong kalau rambutku dimodel apa saja dan diwarnai dengan warna tembaga sekalipun. Lagian, kok cowok mau ngurusin semua hal kayak gini. "Selama aku senang aku akan melakukan yang terbaik bagi diriku," pikirku. Seorang kawan jauh dan baru bertemu usai Lebaran "menatap" dengan pandangan heran.

"Wid, kok kamu tambah kurus, diet ya," tanyanya dengan mata membelalak. Spontan saja aku malu banget. Ngomongnya di depan orang banyak. Persoalannya memang bukan itu. Aku termasuk orang yang anti menyiksa tubuh hanya untuk mendapatkan sesuatu yang ideal. Termasuk diet-diet-an. Tapi, saat aku beri jawaban, kawan ini (untunglah ia perempuan, jadi kenyinyirannya aku tolerir saja) hanya terbahak. Lagian, kalau orang kurus bukan berarti diet. Bisa saja lagi memang gak bisa makan, punya gangguan pola makan, atau memang malas makan. beda dong dengan diet.

"Malas makan,katamu," jawabnya, sambil berbisik. Aku cuman tersenyum kecut saja. Bagiku, berdebat hal yang sepele adalah suatu hal yang sangat melelahkan. Makanya, aku heran banget saat banyak orang yang "rela" berdebat dengan aku. "Bisa-bisanya," kataku dalam hati. Tapi, untuk ini, aku hanya melambaikan tangan dan mengatakan cuek saja lagi.

Nah, ini yang paling bikin dongkol. Kemarin, pas nonton Dealova di RCTI, Kamis (26/10/2006), seorang rekan kerja nyeletuk. "Kayaknya, widi pas kalau pake pink juga," komentarnya setelah melihat seorang pemain mengenakan pakaian pink. Aku benar-benar sangat marah. Orang ini yang selama aku kerja bener-bener bikin tekanan darah naik. Kalau di matanya aku "gak modis" dia yang paling ribut. Padahal, dia cowok yang udah nikah. Menyebalkan banget.

"Urusan busana adalah urusan saya, mau saya pakai warna norak sekalipun itu urusan saya," kataku sambil menatap tajam kepadanya.

"Ini kan wujud perhatian teman," katanya, membela diri. Aku menatapnya tajam sambil tersenyum kecut.

"Inilah manusia, selalu merasa mengetahui yang terbaik bagi orang lain dan merasa punya andil untuk mengubah seseorang. Lucu sekali," ketusku. Baru saja ia mau bicara, aku kemudian memotongnya.

"Lihat saja di infotaimen, dan berita seleb luar negeri. Sampai tindik hidung pun diperbincangkan apakah pas atau tidak. Tas hingga pakaian dan syal pun tak luput. Manusia merasa punya hak mengetahui tentang jati diri seseorang sementara mereka sendiri mengelak untuk dimasuki kehidupannya,"

Ia cuma tersenyum pendek. Aku lalu melanjutkan," kamu itu pengintai dan menganggu privasi serta melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Aku bisa menuntut kamu karena membuat aku merasa tidak nyaman dengan segala komentarmu," tambahku. Ia hanya melirik sekilas ke arahku dan matanya kembali menatap ke arah televisi. Aku tahu, meski matanya ke televisi, ia tidak konsentrasi penuh.

Sebelum meninggalkannya, aku sempat mengacungkan tiga jari. "Tapi,aku rasa kamu tidak akan peduli, toh hukuman penjaranya cuman tiga bulan," kataku. Sebenarnya, tidak enak banget deh soalnya baru saja Lebaran, maaf-maafan. Tapi, kalau gak di beri batas, wah, mereka pada ngelunjak dan seenaknya membuat komentar yang gak enak.

Daripada aku makan hati mending diberi pembalasan yang setimpal. rekan kerja itu lalu ngeloyor pergi sementara teman lain datang padaku. Belum lagi rekan kerja itu bicara saya sudah memberikan "wejangan" kepadanya.

"Kamu tahu kan aku orangnya tidak mudah marah. Aku akrab banget dan juga suka bercanda. Tapi, setiap orang punya pembatas yang tak boleh dilewati dan harus dihargai oleh orang lain. Manusia hidup untuk saling mengerti dan aku rasa mereka sudah melewati batas merah yang aku buat untuk kehidupan pribadiku," kataku, panjang lebar.

Teman ini hanya diam dan duduk di sampingku. Mungkin ia merasa agak tersindir karena selama ini, ia terlalu mau tahu dengan siapa aku jalan, siapa pacarku, dan hal-hal yang tidak perlu dibicarakan pada banyak orang.

Maafkan aku Tuhan karena telah membicarakan orang lain di blog ini.
Widya

Thursday, October 26, 2006

something to remember


Here we come together getting faith for unsure. How life so mistically then make us each other to suspicious. I dont know why it was very weird for me. Because i never think this is will be my choice.

While i am going to far for this moment, my life so distraction. Compelling me like somewhere never been there. Then why mus afraid about one thing? I am so afraid about our distance and untrust between you and me. Look far from this way make me abandoned all memorize about you but i am realized i couldnt do it. Forever. So, i making this moment to say there is something to remember.

Widya

Wednesday, October 18, 2006

Ekstasi Cinta

Bukan makna yang hilang dan harus dicari. Bukan sepi yang menggigit dan harus diberangus. Tetapi, rasa rindu yang membuncah dan merepih di setiap desah nafas dan menyisakan kesakitan nikmat nan absurd.

Jika diri telah hilang dalam kemarahan asmara tak nyana risau hati makin nelangsa. Seperti sebuah buluh perindu yang menusuk-nusuk jiwa tentang ingatan sang kekasih di sebuah dunia berantah yang berbeda.

Benarkah elegi cinta adalah sesuatu yang muskil. Sebuah elegi dari sang pengembara dan menemukan dirinya menjadi pencinta sejati dengan seorang musafir di padang pasir. Keelokan dari hari lalu seperti dahaga yang baru bisa terbayarkan setelah memadu cinta dengan sang ekstasi nan memabukkan.

Wednesday, October 04, 2006

My Madam

Hal berat adalah sebuah kenyataan saat kita tidak mengetahui seberapa besar perhatian seseorang terhadap kita dan baru saja kita menyadarinya setelah semuanya berlalu begitu saja.

Ini kata-kata yang diucapkan seseorang terhadap saya dan saya akhirnya mengerti mengapa ia kemudian berlalu dan tidak pernah mengatakan apapun kepada saya. Ini bukan sebuah kepuraa-puraan yang akhirnya terungkap dan menjadi sebuah cerita singkat dan pada akhirnya saya akui memberikan peranan besar terhadap sebuah keadaan yang sangat menyedihkan.

Saya masih ingat rambutnya yang pirang dengan sunggingan senyum kecil dan memanggil saya dengan sebutan "My Madam". Sebuah sebutan manis dan sangat menyenangkan terdengar di telinga saya. Boleh jadi, ini bukan sebuah bentuk penggambaran kebencian terhadap saya ketika ia memutuskan untuk segera berlalu dan tidak pernah akan memberikan lelucon segarnya. Saya akan mengerti makna kebencian itu dan itu tidak perlu dimakna sebagai sebuah kesedihan bagi diri saya dan bagi orang lain yang tidak pernah saya temui lagi. Selamanya.